jump to navigation

Maret 24, 2015

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Sedekah dan Keutaamannya

Ngajimod,  21 Maret 2015

Sedekah

Sedekah berasal dari  kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dengan mengharapkan ridho Alloh Ta’ala  .
Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Alloh Ta’ala

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah/2: 272]

Pada  ayat di atas  tertera kata  “harta yang baik” dan “di jalan Alloh  ”. Karena, sangat boleh jadi orang melakukan sedekah tetapi dengan harta yang tidak halal dan baik. Misalnya, membangun masjid dari hasil praktik korupsi, mendirikan pesantren dari hasil pelacuran,menyantuni anak yatim hasil dari suap menyuap dan sebagainya. Sehingga manfaat sedekah yang diberikanpun  tidak  memberi manfaat terlebih mendapatkan pahala dan ridho Alloh.
Harta tidak baik yang digunakan di jalan Alloh   dan harta baik yang digunakan di jalan setan, keduanya tidak bernilai sedekah di mata Alloh  . Sedekah harus memenuhi dua kriteria, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, yaitu harta baik yang disalurkan di jalan Allah. Itulah harta yang tidak sia-sia, karena Alloh   akan memberikan ganti dengan berlipat ganda. Alloh  pasti akan menepati janji-Nya sehingga  kewajiban orang yang beriman adalah meyakininya dengan segenap hati bahwa janji itu benar adanya. Alloh  berfirman : Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak. (Q.S. Al Hadid/57:11)

Perbedaan Shadaqah dengan Zakat dan Infaq

Zakat ditentukan nisabnya sedangkan infaq dan shodaqoh tidak mempunyai batas. Zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sementara infaq atau shodaqoh boleh diberikan kepada siapa saja. Selain itu anda juga dapat mencermati Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh berikut ini :

  1. Zakat,bersifat wajib dengan adanya ketentuan atau batasan jumlah harta yang harus dizakati serta, siapa saja yang boleh menerima zakat tersebut.
  2. Infaq,merupakan sebuah sumbangan sukarela yang boleh diberikan kepada siapa saja dan dilakukan secara sukarela tanpa memaksa.

Infaq berkaitan dengan materi sementara sedekah yang memiliki arti lebih luas menyangkut hal, yang bersifat non materi. Sehingga dalam melakukan sedekah kita dapat menyumbangkan berupa daa ataupun beberapa benda yang dibutuhkan misalnya menyumbang material untuk pembangunan masjid, kemudian menyumbang perlengkapan yang dibutuhkan didalam masjid itu.

  1. Shadaqoh,penjabarannya lebih luas dari infaq karena yang disedekahkan itu tidak terbatas baik itu materi atau berupa harta lainnya yang dibutuhkan oleh orang lain sementara kita memiliki kekayaan cukup dan pantas untuk melakukan sedekah.

Sedekah ini memiliki arti dimana, memberi derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam didalam Al-qur’an dan Sunnah. Zakat sudah disebut sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sementara sedekah itu dilakukan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat ditentukan ini lah perbedaan yang paling mudah dikenali. Karena untuk infaq dan shodaqoh tidak ada batasan jumlah sehingga dapat ditentukan sesuai keinginan penyumbang. Kesimpulannya bahwa sebenarnya pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq hanya saja sedekah memiliki makna yang lebih luas dari infaq

Hadist dan Dalil tentang sedekah

 Rasululloh SAW sendiri pernah menginformasikan bahwa bagi orang yang bersedekah akan medapatkan keutamaan sedekah berupa doa kebaikan dari malaikat. Rosul SAW   bersabda:  “Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata “ Ya Alloh berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya’ Sementara yang lain berkata  ‘Ya Alloh berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya,” (HR. Bukhori dan Muslim).
Mengelola dan mengatur  harta memang bukan perkara mudah. Harta kerap bisa mendatangkan keberuntungan bila kita mampu mengelolanya dengan baik, tetapi  jika salah dalam  menggunakannya, harta justru akan menggelincirkan kita pada kesengsaraan. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan lengkap bagaimana cara mengelola harta agar keberadaanya  mendatangkan keberuntungan, bukan kesengsaraan. Salah satunya adalah lewat ajaran sedekah.

Harta yang disedekahkan, itulah harta yang sebenarnya, karena akan kekal sampai di alam akhirat. Yang saat ini berada di tangan tidak lain akan menjadi milik ahli waris atau bahkan akan jadi milik orang lain.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bertanya, “Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, tiada seorang pun dari kami, melainkan hartanya adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya ( setelah mati)” (HR Bukhori dan Muslim)
Terkadang yang menghalangi manusia untuk bersedekah adalah kekurangan rezeki, padahal justru sedekah adalah kunci pintu rezeki. Rezeki adalah segala pemberian Alloh  untuk memelihara  kehidupan. Dalam hidup ini ada dua jenis  rezeki yang diberika Alloh  kepada manusia., yaitu rezeki yang  bersifat hasil  usaha dan rezeki yang bersifat pemberian mutlak dari Alloh   yang  datangnya di luar prediksi manusia, kadang malah tidak memerlukan jerih payah. Karena rezeki yang sifatnya hadiahi merupakan wujud sifat Rahim Alloh Ta’ala  , maka orang yang gemar melakukan sedekah sangat berpeluang mendapatkan keajaiban sedekah yaitu rezeki jenis kedua  ini.  Alloh   melukiskannya  dalam Alquran. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. 2:261)

Keutamaan Sedekah

Karena ternyata Sedekah memiliki berbagai Keutamaan. lebih jelasnya silahkan baca beberapa Keutamaan Sedekah berikut:

  1. SEDEKAH DAPAT MENGHAPUSKAN KESALAHAN DAN MEREDAKAN MURKA ALLAH
    Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut.” (dalam buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq)
  2. SEDEKAH MEMBUKA PINTU REZEKI

Rasulullah Saw bersabda ” Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR Al-Baihaqi). Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: ” Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan n afkah kepadamu. “(HR Muslim).

  1. SEDEKAH MELIPATGANDAKAN REZEKI

Sedekah tidak saja membuka pintu rezeki/ tetapi juga melipatgandakan rezeki yang ada pada kita. (Ayat ini sudah dijelaskan) : “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 2:261)

  1. SEDEKAH MENJAUHKAN DIRI DARI API NERAKA

Rasulullah Saw bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Mutafaq’alaih)

  1. PELAKU SEDEKAH BERADA DALAM NAUNGAN SEDEKAHNYA PADA HARI KIAMAT
    Rasulullah bersabda: “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya ” (HR Ahmad).
  1. AMALAN SEDEKAH ADALAH PENAWAR UNTUK BERBAGAI JENIS PENYAKIT JASMANI

Sebagaimana sabda Nabi:”Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR Ath-Thabrani)

  1. AMALAN SEDEKAH ADALAH PENAWAR BERBAGAI JENIS PENYAKIT HATI
    Sebagaimana sabda Nabi kepada orang yang mengeluhkan kekerasaan hatinya kepada beliau:”Jika kamu hendak melembutkan hatimu, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”(HR Ahmad). Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa sedekah dari seorang Muslim meningkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya, meringankan kepedihan saat mautnya, dan Allah hilangkan perasaan sombong dan egois dari dirinya. (Fiqhus-Sunnah vol. 3, hal 97)
  1. ALLAH MENOLAK BERBAGAI MACAM MUSIBAH DENGAN SEDEKAH

Sedekah menolak berbagai bentuk musibah bagi siapapun, sekalipun mereka dari golongan orang zhalim, bahkan kafir sekalipun. Rasulullah Saw bersabda’. “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

9,       SEORANG HAMBA BARU BISA SAMPAI PADA HAKIKAT KEBAJIKAN SEJATI MELALUI AMALAN SEDEKAH

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. 3:92)

  1. SEORANG YANG BERSEDEKAH DIDO’AKAN OLEH MALAIKAT SETIAP HARI

Nabi Saw bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata ‘ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq’ sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata.’ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya)’,”(HR Bukhari-Muslim).

  1. PELAKU SEDEKAH DIKARUNIAKAN KEBERKAHAN BAGINYA DAN HARTANYA
    Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS Saba 34: 39). Dan jika disedekahkan, maka tidak berkurang karena Allah akan menggantinya.
  1. TIDAK ADA HARTA YANG TERSISA BAGI PEMILIK HARTA MELAINKAN APA YANG TELAH DISEDEKAHKANNYA

Sebagaimana dalam firman-Nya: “…Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS.3 :92).

  1. ALLAH MELIPATGANDAKAN GANJARAN BAGI ORANG YANG BERSEDEKAH
    Sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka: dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS 57:18)
  1. PENGAMAL SEDEKAH AKAN DIPANGGIL DARI ARAH PINTU KHUSUS DARI PINTU-PINTU SURGA

“Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari).

  1. PADA AMALAN SEDEKAH TERDAPAT DI DALAMNYA KELAPANGAN DADA, KENYAMANAN DAN KETENANGAN HATI

Setiap kali bersedekah, makin menguat kebahagiaan dan makin besar kesenangan. Allah Ta’ala berfirman :”Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. 59: 9)

  1. SEDEKAH DAPAT MENGHAPUS DOSA

Pernyataan ini diperkuat dengan dalil hadist Rasulullah saw, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

  1. KAYA YANG DISERTAI SEDEKAH BERADA DI TINGKATAN YANG SAMA DENGAN AL-QUR’AN YG DISERTAI PENGAMALANNYA

Rasulullah bersabda: “Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali (kepada) dua orang. (Yaitu) seorang yang diberikan Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia mengamalkannya siang dan malam. Dan seorang yang dikaruniakan (kekayaan) harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya di (jalan) kebenaran siang & malam.”

  1. SEORANG HAMBA DIANGGAP TELAH MENEPATI PERJANJIAN DENGAN ALLAH, PADA SAAT IA MENGORBANKAN JIWA DAN HARTANVA DI JALAN ALLAH

Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang-mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surqa untuk mereka. Mereka berperanq pada ialan Alah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, lnjil dan Al Qur’an. Dan siapakah vanq lebih menepati janjinya (selain) daripada Alltah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangah yang besar.”(QS 9:111)

  1. SEDEKAH ADALAH PENSUCI BAGI HARTA DAN JIWA, MELEPASKAN DARI SIKAP SIKAP BURUK (AD-DAKHAN)

Nabi berwasiat kepada para pedagang: ‘Wahai para pedaganq,. sesunnguhnva (pada) perdagangan ini terjadi kealphaan dan sumpah, maka campurilah dengan sedekah.”(HR. Ahmad). Allah berflrman: “Ambillah zakat dari sebagian, harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS At-Taubah:103).

  1. SEDEKAH UNTUK JANDA DAN ORANG MISKIN DIIBARATKAN SEPERTI ORANG YG BERPUASA TERUS MENERUS

Rasulullah bersabda,”orang yg mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah & ia juga ibarat orang berpuasa yg tidak pernah berbuka.” (HR Bukhari)

Takhirul Nasrillah wa Hikmah Februari 8, 2015

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Oleh : Ustadz Imron, Lc

Masjid As-Safier, KBRI Thailand

Bangkok, 7 Februari 2015

Pengajian NgajiKhun di Masjid As-Safier KBRI

Pengajian NgajiKhun di Masjid As-Safier KBRI

Review:

Perkembangan agama Islam di masa Rasulullah SAW mengalami peningkatan yang sangat gemilang. Kondisi ini sangat kontradiktif dimana kondisi umat Islam yang masih minoritas yang menghadapi berbagai tekanan dan hambatan yang luar biasa. Namun dibawah keberhasilan didikan Rasulullah Muhammad SAW, perkembangan Islam sedemikian pesat dan menguasai hampir seluruh Jazirah Arab.

Begitu tingginya  keimanan dan ketaqwaan manusia akan merefleksikan semakin cepatnya pertolongan yang Allah.SWT  berikan. Sehingga benar tatkala masa Rasulullah SAW dan Sahabat perkembangan Islam sangat gemilang dan kemenangan demi kemenangan dapat diraih kesemuanya atas izin Allah SWT, menjadikan Islam sebagai agama pembawa keselamatan (As salamah), membebaskan manusia dari kebodohan dan kezhaliman.

Jika diperbandingkan dengan keadaan umat Islam saat ini dimana ghirah keimanan dan tendesi untuk mengembangkan cenderung statis, kondisi iman yang fluktuatif dibarengi dengan belum adanya upaya maksimal meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, serta masih mengesampingkan Tuhan dan hanya ingat kepada Allah SWT tatkala mendapat musibah atau bencana. Hal ini menyebabkan agama Islam seolah-olah hanya menjadi simbol namun jauh dari nilai-nilai ke Islaman yang diterapkan dan diajarkan dimasa terdahulu. Sehingga tatkala doa-doa dipanjatkan untuk mengharapkan pertolongan Allah SWT maka tidak serta merta Allah izinkan untuk segera dikabulkan.

Didalam Q.S. Al-Hajj : 38, Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS: Al-Hajj Ayat: 38)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT akan terus dan senantiasa menjaga umat Islam, tetapi tidak pada kalangan manusia yang khianat (Khowwan) dan kufur. Khianat dan kufur akan menjadi sebab terhalangnya terkabul doa disebabkan nikmat anggota tubuh  yang diberikan tidak mampu diupayakan optimal menjauhi segala bentuk kemungkaran. Organ mata masih banyak digunakan untuk melakukan hal hal yang tidak benar, mulut yang masih liar serta masih kerasnya hati untuk menerima dan melaksanakan kebenaran.
Terkadang manusia pun sombong dengan segala nikmat yang diberikan, merasa paling hebat dan paling bertaqwa sehingga mengesankan bahwa ia adalah manusia yang suci tanpa dosa. Diriwayatkan pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah yang telah beribadah selama 500 tahun, dan nanti diakhirat dia diperintahkan masuk ke Syurga atas Ridha Allah SWT. Ahli ibadah tersebut berkata bahwa dia ingin masuk ke syurga karena ketaqwaannya lantas ketika ditimbang ternyata dari seluruh tubuhnya, hanya matanya saja yang  diperbolehkan untuk masuk ke Syurga sedangkan yg lainnya tidak. Subhanallah, seorang Ahli ibadah yang diberikan umur ratusan tahun dan beribadah sepanjang hayat hanya diterima seberat matanya saja ibadahnya, bagaimanakah dengan kita yang pendek usia juga masih gemar bermaksiat kepada Allah SWT ?
Menyikapi hal ini Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa beristighfar dan muhasabah hati. Salah satu upaya yang Rasul ajarkan yaitu perbanyak membaca Al-Quran dengan mengkondisikan hati kita agar tersentuh dan hidayah akan mudah masuk. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menangis ketika memabaca, jika belum bisa maka pura-pura menangis ataupun belum bisa juga maka tangisi diri yang berhati keras karena sulit tersentuh untuk menangis ketika membaca Al-Qur’an. Ada sebuah riwayat, tatkala diakhirat nanti ada seseorang yang sedang diseret menuju neraka jahannam. Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan Malaikat yang sedang menyeret orang tersebut, orang tersebut bersaksi bahwa dia adalah mata nya yang dahulu ketika didunia dia pernah menggunakan matanya tersebut untuk membaca Al-Qur’an. Hadis ini mengisahkan bahwa neraka jahannam tidak akan bisa menyentuh mata-mata insan yang senantiasa membaca Al-Quran.
Dalam Q.S-Al-Hajj 38, Allah SWT menunda memberikan pertolongan kepada umat Islam dikarenakan beberapa hal yaitu :
  1. Umat Islam masih khianat dan kufur dan tidak menjadikan Allah SWT sebenar benar pertolongan dalam kondisi apapun.
  2. Umat Islam masih rentan imannya, maka tatkala diberikan pertolongan kembali lupa.
  3. Allah SWT mengginkan hambanya untuk terus berkorban memajukan Islam sampai Allah SWT memberikan pertolongan-Nya
  4. Pengorbanan yang dilakukan masih sedikit dan keterikatan kepada Allah SWT (Hablumminallah) masih lemah.
  5. Pengorbanan yang dilakukan belum optimal.
  6. Masih adanya sisa-sisa kebaikan diantara kebathilan, sehingga Allah SWT menghendaki kebaikan tersebut digenapi (dihabiskan) dahulu

Beberapa upaya konkrit menyikapi dilema Khowwan (khianat) yaitu perbanyaklah mengingat kematian, mengunjungi orang sakit dan meminta nasihat kepada orang lain. Insya Allah dengan bertambahnya usia dan semakin pendeknya sisa umur didunia semakin meningkatkan keimanan kita hingga layak menjadi manusia yang akan mendapat pertolongan Allah SWT didunia dan akhirat nanti. Khusus bagi yang sudah tua semoga menjadi semakin giat beribadah dan yang mudah juga tak kalah dalam menggiatkan ibadah. Waspadai usia ketika menginjak 40 tahun karena saat itu adalah penentu bagaimanakah kecenderungan spiritulitas kita, manusia yang baik ketika menginjak usia tersebut seharusnya akan semakin baik spiritualitasnya bukan semakin rendah. Demikian juga untuk yang muda, usia 40 tahun dan seterusnya adalah kontinuitas refleksi kehidupan kita selama beberapa puluh tahun sebelumnya, ia baik karena sebelumnya Insya Allah ia adalah manusia yang baik, dan ia pun bakhil karena tak luput dari kehidupannya yang dipenuhi kebakhilan.

Wallahu’alam bis Showwab

Hikmah Dibalik Diturunkannya Hujan oleh Allah SWT Februari 5, 2015

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Allah menurunkan hujan tidaklah sia-sia. Hujan yang Allah turunkan memiliki beberapa hikmah, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Wujud nyata dari rahmat Allah untuk seluruh makhluk

Allah Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28). Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah hujan sebagaimana dikatakan oleh Maqotil.[1]

  1. Rizki bagi seluruh makhluk

Allah Ta’ala berfirman,

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

Dan di langit terdapat rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz Dzariyat: 22). Yang dimaksud dengan rizki di sini adalah hujan sebagaimana pendapat Abu Sholih dari Ibnu ‘Abbas, Laits dari Mujahid dan mayoritas ulama pakar tafsir.[2]

Ath Thobari mengatakan, “Di langit itu diturunkannya hujan dan salju, di mana dengan sebab keduanya keluarlah berbagai rizki, kebutuhan, makanan dan selainnya dari dalam bumi.”[3]

  1. Pertolongan untuk para wali Allah

Allah Ta’ala berfirman,

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (QS. Al Anfal: 11)

Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Hujan yang dimaksud di sini adalah hujan yang Allah turunkan dari langit ketika hari Badr dengan tujuan mensucikan orang-orang beriman untuk shalat mereka. Karena pada saati itu mereka dalam keadaan junub namun tidak ada air untuk mensucikan diri mereka. Ketika hujan turun, mereka pun bisa mandi dan bersuci dengannya. Setan ketika itu telah memberikan was-was pada mereka yang membuat mereka bersedih hati. Mereka dibuat sedih dengan mengatakan bahwa pagi itu mereka dalam keadaan junub dan tidak memiliki air. Maka Allah hilangkan was-was tadi dari hati mereka karena sebab diturunkannya hujan. Hati mereka pun semakin kuat. Turunnya hujan ini pun menguatkan langkah mereka. … Inilah pertolongan Allah kepada Nabi-Nya dan wali-wali Allah. Dengan sebab ini, mereka semakin kuat menghadapi musuh-musuhnya.”[4]

  1. Sebagai alat untuk bersuci hamba-hamba Allah

Dalilnya adalah sebagaimana disebutkan dalam point ke-3, Allah Ta’ala berfirman,

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu” (QS. Al Anfal: 11). Imam Ats Tsa’labi mengatakan, “Air hujan ini bisa digunakan untuk menyucikan hadats dan junub.”[5]

  1. Permisalan akan kekuasaan Allah menghidupkan kembali makhluk kelak pada hari kiamat

Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat berikut ini.

وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al A’rof: 57)

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاء فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّىَ إِذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS. Yunus: 24)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah: 164)

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 39)

وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ

Dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (QS. Qaaf: 11)

  1. Adzab atas para pelaku maksiat

Hal ini dapat kita lihat pada firman Allah Ta’ala tentang adzab pada kaum Nuh,

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .”” (QS. Hud: 44)

Allah Ta’ala juga menceritakan mengenai kaum ‘Aad,

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (24) تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (25)

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (QS. Al Ahqaf: 24-25)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا أَوْ رِيحًا عُرِفَ فِى وَجْهِهِ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْغَيْمَ فَرِحُوا ، رَجَاءَ أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْمَطَرُ ، وَأَرَاكَ إِذَا رَأَيْتَهُ عُرِفَ فِى وَجْهِكَ الْكَرَاهِيَةُ . فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا ( هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ) »

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.” ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.” Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah adzab. Dan pernah suatu kaum diberi adzab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat adzab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”[6]

Sajian ini diambil dari buku penulis yang sebentar lagi akan diterbitkan Pustaka Muslim seputar masalah fikih hujan. Semoga Allah mudahkan penerbitannya.

Wallahul muwaffiq.

@ Sakan 27 KSU, Riyadh KSA, menjelang waktu Maghrib.

28 Syawwal 1432 H (26/09/2011)

www.rumaysho.com

www.fimadani.com

[1] Lihat Zaadul Masiir, 5/322.

[2] Lihat Zaadul Masiir, 5/421.

[3] Tafsir Ath Thobari, 21/520.

[4] Tafsir Ath Thobari, 11/61-62.

[5] Tafsir Al Kasysyaf wal Bayan, 6/17.

[6] HR. Bukhari no. 4829 dan Muslim no. 899.

doa-turun-hujan

Ateis Masuk Islam… inspiring…. Agustus 30, 2013

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Barang siapa diberi petunjuk Allah maka tdk akan ada yg mampu menyesatkannya…

Menjawab Atheis Agustus 30, 2013

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Bagaimana cara menjawab ateis ?? temukan jawabannya disini !!

Bukti Al-Quran Bukan Buatan Manusia Juni 27, 2012

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Gambar

Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad . Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.

 

Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al-Quran, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Al-Quran yang berjumlah 30 juz, 112 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih.

 

Al-Quran adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran,fisika,kimia,bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan alquran telah menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al-Quran yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al-Quran ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!

Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.

 

Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah

Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan

Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.

Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu

Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari

Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu

Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam

Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.

Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali

Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur’ah”

Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali

Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali

Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali

Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali

Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali

Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali

Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali

Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali

Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali

Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali

Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali

Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16 kali.Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu

Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :

 

Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%

 

Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al-Quran pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.

Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Quran. Keajaiaban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu.

 

Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturuna Mesir dan seorang ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti komposisi Matematik dari Al-Quran pada tahun 1968, dan memasukka Al-Quran ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada beberapa surah dalam Al-Quran (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan teks Al-Quran ke dalam sistem computer, dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut. Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN : Significance of the Mysterious Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan Ramadhan 1393

 

Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19

 

Dalam Al Qur’an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:

1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.

2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19 x 4.

3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.

4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.

 

Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an, sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan, anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur’an:

 

Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.

Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48. Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.

 

Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.

 

Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).

 

“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan kepada manusia.”

 

Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di antaranya sebagai berikut:

 

Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.

Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).

Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:

 

Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.

 

Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi alqur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!

Setiap Muslim adalah Bersaudara Mei 25, 2012

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi ujung neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran, 3:103)

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat. (QS. Al-Hujuraat, 49:10)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang. Dan bersabarlah, sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfaal, 8:46)

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfaal, 8:73)

Dan (bagi) mereka yang diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. (QS. Asy-syuuraa, 42:39)

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf, 61:4)

Imam Hasan bin Ali As ketika menjelaskan sifat seorang saudara yg baik:

Orang yang paling agung di mataku, dan pangkal kekagumanku padanya ialah menganggap dunia kecil dalam pandangannya.

Dia terlepas dari kungkungan (kekuasaan) kebodohan dan tidak mengulurkan tangannya kecuali kepada apa yg ia yakini manfaatnya…

Dia tidak suka mengeluh, tidak cepat marah dan tidak bermuram durja.

Dia lebih banyak diam, ketika berbicara dia membungkam pembicara yg lain.

Dia seakan lemah dan tidak berdaya, namun dalam kesungguhan dia laksana singa yg akan menerkam.

Bila duduk dengan para ulama dia lebih suka mendengar daripada ikut bicara.

Ketika dia kalah dalam pembicaraan, dia menang dalam diamnya.

Dia tidak berkata tentang apa yg tidak/akan dikerjakannya dan tidak berbuat apa yg tidak diucapkannya.

Apabila disodorkan kepadanya dua masalah yg belum ketahuan yg mana yg lebih dekat kepada Ridha Tuhannya, maka segera dia melihat mana yg lebih dekat dengan nafsu keinginannya lalu ditinggalkannya.

Dia tidak pernah mencela seseorang yg menyadari kesalahan tingkah lakunya. (Tuhaful ‘Uqul h.234)

Sumber:

http://id.harunyahya.com/id/works/24875/MENURUT_AL-QURAN__ADALAH_SEBUAH_KEWAJIBAN_AGAMA_BAGI_KAUM_MUSLIM_UNTUK_BERSATU

http://informasismpn9cimahi.wordpress.com/2010/02/26/sifat-saudara-yang-baik/

KEUTAMAAN SAHABAT NABI DAN KEWAJIBAN MENCINTAI MEREKA Februari 10, 2012

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

sahabat nabi

 

Oleh: Mujahidin Ahmad

 

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.

Allah berfirman:


وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha pada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya itulah kemenangan yang besar [QS At Taubah : 100]

Berkenaan dengan ayat ini, Imam Syaukâni rahimahullah menjelaskan:

Barang siapa yang tidak memohonkan ampun kepada Allah untuk para sahabat secara keseluruhan, serta tidak memohonkan ridha Allah untuk mereka, berarti ia telah menyalahi perintah Allah dalam ayat ini. Jika seseorang mendapati suatu kebencian dalam hatinya terhadap sahabat, berarti ia telah tertimpa godaan setan dan telah dikuasai kemaksiatan yang besar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ia telah melakukan permusuhan kepada wali-wali Allah, generasi terbaik umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan telah terbuka baginya pintu kehinaan yang akan mengantarkannya masuk ke dalam neraka Jahanam, jika ia tidak segera memperbaiki dirinya dengan berlindung dan meminta pertolongan kepada Allah, supaya Allah mencabut kedengkian yang mewarnai hatinya kepada generasi terbaik dan paling utama itu.

Jika kemudian, kedengkian yang ada dalam hatinya itu meluap hingga melahirkan cacian pada mulut terhadap salah seorang di antara mereka, berarti ia telah takluk pada kendali setan dan telah terjerumus ke dalam kemurkaan Allah. Penyakit akut ini hanya menimpa orang-orang yang termakan oleh ajaran Râfidhah (Syi’ah) atau terperangkap menjadi kawan bagi musuh-musuh Sahabat. Dia dipermainkan dan ditipu oleh setan dengan kedustaan-kedustaan, cerita-cerita bohong, serta kisah-kisah khurafat (tentang Sahabat). Setan telah memalingkan mereka dari Kitab Allah, kitab yang tidak bisa disentuh oleh kebatilan, baik dari arah depan maupun dari arah belakang. (Tafsir Fathu al-Qadîr, karya Imam asy-Syaukâni).

Kaum muslimin yang kami muliakan, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman kepada beliau, dan mati dalam keadaan muslim. Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini yang memiliki banyak keutamaan diantaranya..

1. Mereka adalah sebaik-baik generasi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala. Mereka telah diberikan anugerah yang begitu besar yakni kesempatan bertemu dan menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala telah memilih mereka untuk mendampingi dan membantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menegakkan agama-Nya. Orang-orang pilihan Allah ini, tentunya memiliki kedudukan istimewa di bandingkan manusia yang lain. Karena Allah Ta’ala tidak mungkin keliru memilih mereka.

Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih).

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling tinggi ilmunya. Merekalah yang paling paham perkataan dan perilaku Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah manusia yang paling paham tentang Al-Qur’an, karena mereka telah mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala wahyu diturunkan, sehingga para sahabat benar-benar mengetahui apa yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Mereka begitu mencintai Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam dan keberkahan diturunkan oleh Allah pada mereka

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melimpahan keberkahan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan para sahabat yang begitu taat dan besar cintanya kepada beliau. Tidak ada satupun Nabi maupun para raja yang mendapatkan keberkahan seperti ini dari umatnya.

Urwah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, tatkala dulu masih kafir, dia berkata kepada kaumnya dan menceritakan bagaimana para sahabat radhiyallahu ‘anhum begitu memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, “Wahai kaumku! Demi Allah, sungguh aku telah datang kepada para raja. Aku telah bertemu Kaisar, Kisra, dan an-Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh para sahabatnya melebihi apa yang dilakukan para sahabat Muhammad kepada Muhammad. Demi Allah, tidaklah Muhammad membuang dahak melainkan dahak itu jatuh ke tangan salah seorang dari mereka, lalu dia mengusapkannya ke wajah dan kulitnya. Jika Muhammad memerintahkan sesuatu kepada mereka, niscaya mereka melaksanakannya dengan segera. Jika Muhammad berwudhu, mereka hampir berkelahi memperebutkan tetesan airnya. Jika mereka berbicara, mereka memelankan suara di hadapannya. Mereka tidak berani menatapnya karena penghormatan mereka yang besar kepadanya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab Asy-Syuruuth, V/329-332).

(lebih…)

Surat Pendek dari Kota Malang Desember 6, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
1 comment so far

Alhamdulillah assholatu wassalamu ‘ala rosulillah wa’ala aalihi whoshobihi waman waalah.

Apa kabar penduduk Bangmod ?? wabil khusus mahasiswa Indonesia disana semoga senantiasa dalam lindunganNya, amin. Apa kabar juga buat Nik Som, Nik Jim, Pi Zaenab, Yi Tik (Takmir Masjid Istiqomah) ?? sampaikan salam kami juga pada mereka.

Setelah lama vakum nulis di blog NgajiMod, kemarin lihat Fadhil Posting ttg bahaya Ghibah dan Namimah di blog NgajiMod, Alhamdulillah akhirnya jadi ketularan untuk mosting lagi…🙂, karenanya kami undang temen2 yang lain untuk nulis juga biar blog kita semakin rame dan penuh dengan informasi yg bermanfaat. Tema-tema kabar terbaru ttg kehidupan di Bangkok mungkin akan sangat menarik.

Kami disini berdoa buat-temen-temen semua semoga dimudahkan studinya dan bisa cepet kembali ke tanah, berkumpul dengan keluarga dan menempuh kehidupan yang semakin baik insya Allah.

Semoga kita disini dan temen2 disana juga tetap istiqomah di jalan Alloh, semakin semangat untuk beribadah kepadaNya dan semakin menjauh dari larangan-laranganNya. Semoga NgajiMod semakin bertambah seru dan penuh dengan mutiara ilmu, tentu saja ilmu yang nantinya akan diamalkan dan didakwahkan kepada yang lain, sehingga insya Alloh kita semua akan menjadi hamba Alloh yang tidak merugi, orang yang senantiasa…. “BERIMAN, BERAMAL SHOLEH, SALING MENASEHATI DALAM KEBENARAN, DAN SABAR ATAS ITU SEMUA“

sebagaimana firmanNya:

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i rahimahullah menegaskan tentang kedudukan surat Al ‘Ashr, beliau berkata:

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسِعَتْهُمْ

“Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) surat ini, niscaya surat ini akan mencukupkan baginya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada Surat Al ‘Ashr)

Al Imam Ath Thabrani rahimahullah menyebutkan dari Ubaidillah bin Hafsh radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Jika dua shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu maka keduanya tidak akan berpisah kecuali setelah salah satu darinya membacakan kepada yang lainnya surat Al ‘Ashr hingga selesai, kemudian memberikan salam.” (Al Mu’jamu Al Ausath no: 5097, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 2648).

Tetap semangat dan ISTIQOMAH kawan !!!

Ghibah dan Namimah Desember 5, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
Tags: , , ,
1 comment so far

Ghibah dan namimah merupakan perbuatan yang sering kali menggelincirkan kaum muslimin. Hal ini dikarenakan kedua perbuatan ini sering terjadi tanpa kita sadari. Semoga artikel ini mengingatkan kita kembali mengenai apa itu ghibah dan namimah.

Ghibah

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah imandan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (11). Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya (12).
[QS. Al Hujurat:11 – 12]
 
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: ”Tahukah kamu apa ghibah itu?” Para sahabat menjawab:”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Nabi bersabda: ”Kamu menyampaikan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”. Lalu Rasul ditanya: ”Bagaimana jika yang saya sampaikan itu merupakan (kenyataan) yang terjadi pada diri saudaraku itu?” Nabi Saw bersabda: ”Jika yang kamu sampaikan itu benar terjadi pada saudaramu, berarti kamu telah menggunjingnya. Jika tidak terjadi pada dirinya, berarti kamu telah berbuat dusta kepadanya.
[HR. Muslim]

Ghibah adalah Anda menceritakan tentang sesuatu yang dibenci oleh seseorang untuk diceritakan, baik berkaitan dengan bentuk fisik, agama, dunia, kejiwaan, budi pekerti, harta, anak, suami, istri, pembantu, pelayan, pakaian, cara berjalan, cara bergerak, senyuman, kecemberutan, dan lain sebagainya. Apakah Anda menceritakannya lewat lisan, tulisan, atau sekadar isyarat dengan mata, tangan, kepala, dan sejenisnya.

Berkaitan dengan fisik, seperti kata-kata Anda: buta, pincang, pincang sebelah, botak, pendek, tinggi, hitam, kuning, dan seterusnya. Berkaitan dengan agama seperti kata-kata Anda: pendosa, pencuri, khianat, zhalim, meremehkan shalat, meremehkan najis, tidak berbakti kepada orangtua, tidak meletakkan zakat pada tempatnya, tidak menjauhi ghibah, dan lainnya.

Dalam hal dunia seseorang seperti kata-kata Anda: kurang ajar, meremehkan orang lain, meremehkan hak orang lain, banyak omong, banyak makan, banyak tidur, tidur tidak pada waktu-nya, duduk tidak pada tempatnya. Pada hal-hal yang berkaitan dengan orangtuanya, seperti kata-kata Anda: bapaknya adalah pendosa, orang kulit hitam, pekerja kasar, dan sebagainya.

Pada budi pekerti seperti Anda katakan: akhlaknya buruk, sombong, suka cari perhatian, suka bikin malu, bengis, lemah, penakut, suka ngawur, angkuh, dan seterusnya. Berkaitan dengan pakaian, seperti kata-kata Anda: lebar lobang tangannya, panjang buntut pakaiannya, kotor pakaiannya, dan seterusnya. Pokoknya yang menjadi pedoman adalah menceritakan tentang keadaan orang lain yang keadaan tersebut tidak dia sukai. Imam Abu Hamid al-Ghazali telah mengutip kesepakatan seluruh kaum muslimin, bahwa ghibah adalah apabila Anda menceritakan tentang orang lain dengan cerita yang tidak disukainya.

Ada beberapa jenis ghibah yabg diperbolehkan dengan maksud untuk mencapai tujuan benar dan tidak mungkin tercapai kecuali dengan ghibah.
Ghibah yang diperbolehkan tersebut sbb:

  1. Melaporkan perbuatan aniaya yang dilakukan oleh seseorang.
  2. Usaha untuk mengubah kemungkaran dan membantu seseorang keluar dari perbuatan maksiat
  3. Ghibah untuk tujuan meminta nasehat.

Sebab-sebab terjadinya perbuatan Ghibah antara lain:

  1. Karena dendam dalam hati.
  2. Ingin menunjukkan kelebihan dirinya dengan menyebutkan aib atau kekurangan orang lain.
  3. Rasa dengki atas kesuksesan yang telah dicapai orang lain
  4. Sebagai perlampiasan rasa marah.
  5. Karena ingin menarik perhatian orang lain.
  6. Sengaja untuk menghina dan menjelekkan orang lain.

Contoh-contoh perilaku Ghibah

  1. Membicarakan keburukan orang lain melalui lisan, seperti teman, tetangga.
  2. Membicarakan keburukan orang lain melalui bahasa isyarat.
  3. Membicarakan keburukan orang lain melalui media massa tanpa ada maksud untuk kebaikan

Bahaya sifat Ghibah

  1. Menimbulkan kedengkian dan permusuhan
  2. Menjatuhkan nama baik seseorang.
  3. Merusak persatuan dan persaudaraan.
  4. Merusak iman.
  5. Menghapus amal kebaikan

Menghindari Perilaku Ghibah

Beberapa hal yang harus dilakukan supaya dapat terhindar dari perilaku Ghibah:

  1. Selalu mengingat bahwa perbuatan ghibah adalah penyebab kemarahan dan kemurkaan Allah.
  2. Selalu mengingat bahwa amal kebaikan akan pindah kepada orang yang digunjingkannya.
  3. Hendaklah orang yang melakukan ghibah mengingat terlebih dahulu aib dirinya sendiri dan segera berusaha memperbaikinya.
  4. Menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya ghibah.
  5. Senantiasa mengingatkan orang-orang yang melakukan ghibah.

Namimah

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
[QS. Al Hujurat:10]
 
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina(10), yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah(11), yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa (12), yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya (13),karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak (14).
[QS. Al Qalam:10-14]
 
Tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba (menebar fitnah)
[HR. Bukhari dan Muslim]
 

Imam Abu Hamid al-Ghazali rahimahullâh mengatakan, “Namimah biasanya dipakai untuk menyebutkan aktivitas seseorang dalam memindahkan suatu perkataan dari satu orang atau kelompok kepada orang lain atau kelompok lain, seperti jika Anda katakan kepada seseorang, ‘Ketahuilah bahwa si fulan mengatakan demikian dan demikian tentang kamu.’

Tetapi, namimah tidak hanya terbatas pada hal seperti itu. Definisi namimah adalah mengemukakan apa yang tidak disukai kedua belah pihak atau bahkan orang ketiga. Mengemukakannya bisa secara lisan, tulisan, isyarat, atau lainnya. Yang dipindahkan bisa perkataan atau perbuatan, bisa aib ataupun bukan. Sehingga hakikat namimah adalah mengemukakan apa yang dirahasiakan, menyingkap tabir dari apa yang tidak disukai untuk dikemukakan.

Contoh-contoh perilaku Namimah

  1. Mempunyai maksud yang tidak baik terhadap orang lain terutama orang yang sedang diadu domba.
  2. Terlalu mudah percaya pada orang lain tanpa mengetahui kebenarannya.
  3. Suka menggosip
  4. Menjadi provokator.

Bahaya Memiliki Sifat Namimah

  1. Tersebarnya fitnah.
  2. Timbulnya kekacauan dalam masyarakat.
  3. Timbulnya permusuhan
  4. Cara Menghindari Perilaku Namimah

Beberapa hal yang harus dilakukan supaya dapat terhindar dari perilaku namimah:

  1. Menyadari bahwa perilaku namimah menyebabkan seseorang tidak masuk surga meskipun rajin beribadah.
  2. Jangan mudah percaya pada seseorang yang memberikan informasi negatif tentang orang lain.
  3. Menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku namimah, seperti berkumpul tanpa ada tujuan yang jelas, menggosip dll.

Sumber:
http://motivasinet.files.wordpress.com/2011/05/6-perilaku-tercela.pdf
http://www.embunpublishing.com/buletin-embun/bahaya-ghibah-dan-namimah.php