jump to navigation

WAKTU-WAKTU SHOLAT DAN BATAS AKHIR WAKTU SHOLAT Maret 12, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
1 comment so far

Waktu-waktu Shalat


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin.” (An-Nisa`: 103)

أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikan pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (Al-Isra`: 78)

Shalat dianggap sah dikerjakan apabila telah masuk waktunya. Dan shalat yang dikerjakan pada waktunya ini memiliki keutamaan sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Aku pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” “Kemudian amalan apa?” tanya Ibnu Mas`ud. “Berbuat baik kepada kedua orangtua,” jawab beliau. “Kemudian amal apa?” tanya Ibnu Mas’ud lagi. “Jihad fi sabilillah,” jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 527 dan Muslim no. 248)

Sebaliknya, bila shalat telah disia-siakan untuk dikerjakan pada waktunya maka ini merupakan musibah karena menyelisihi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, seperti yang dikisahkan Az-Zuhri rahimahullahu, ia berkata, “Aku masuk menemui Anas bin Malik di Damaskus, saat itu ia sedang menangis. Aku pun bertanya, ‘Apa gerangan yang membuat anda menangis?’ Ia menjawab, ‘Aku tidak mengetahui ada suatu amalan yang masih dikerjakan sekarang dari amalan-amalan yang pernah aku dapatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali hanya shalat ini saja. Itupun shalat telah disia-siakan untuk ditunaikan pada waktunya’.” (HR. Al-Bukhari no. 530)

Ada beberapa hadits yang merangkum penyebutan waktu-waktu shalat. Di antaranya hadits Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ وَقْتِ الصَّلَوَاتِ، فَقَالَ: وَقْتُ صَلاَةِ الْفَجْرِ مَا لَمْ يَطْلُعْ قَرْنُ الشَّمْسِ الْأَوَّلِ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ عَنْ بَطْنِ السَّمَاءِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَيَسْقُطْ قَرْنُهَا الْأَوَّلُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang waktu shalat (yang lima), beliau pun menjawab, “Waktu shalat fajar adalah selama belum terbit sisi matahari yang awal. Waktu shalat zhuhur apabila matahari telah tergelincir dari perut (bagian tengah) langit selama belum datang waktu Ashar. Waktu shalat ashar selama matahari belum menguning dan sebelum jatuh (tenggelam) sisinya yang awal. Waktu shalat maghrib adalah bila matahari telah tenggelam selama belum jatuh syafaq1. Dan waktu shalat isya adalah sampai tengah malam.” (HR. Muslim no. 1388)

(lebih…)

Iklan

NgajiMod 5 Maret 2011: Edisi “outdoor”-Thonburi Park Maret 5, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Bismillahirrohmaanirrohim

Alhamdulillah assholatu wassalamu ‘ala rosulillah wa’ala aalihi washohbihi waman waalah

NgajiMod kali ini diadakan cukup spesial, bukan hanya karena materinya yang menarik tetapi juga karena baru pertama kalinya NgajiMod diadakan di “outdoor”. Thonburi Park menjadi pilihan.

 

Menyimak bacaan qur'an

Dengan Moderator Andhy M. Fathoni, kajian diawali dengan pembacaan Al-Qur’an surat Al-A’rof ayat 78 s/d 95. Ayat ini mengisahkan tentang kaum Nabi Luth ‘alaihissalam yang diazab oleh Alloh karena penyimpangan mereka (homoseksual), juga penyimpangan yang dilakukan oleh kaum Nabi Syu’aib Al’laihissalam.  Bertugas sebagai pembaca terjemahan ayat-ayat tersebut  yaitu Mbak Ai Fatimah.

 

Akhwat

Berkenaan dgn kisah-kisah seperti tersebut di atas, mengutip perkataan Syekh Utsaimin rahimahullah, beliau mengatakan: Sesungguhnya dalam menyikapi kisah-kisah tersebut dan semisalnya manusia terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama mereka yg mengetahui dan mengenal Allah beserta tanda-tanda kekuasaan-Nya yg terjadi kemdian mereka mengambil pelajaran dari kejadian yg dialami orang-orang yg telah lalu hingga mereka kembali kepada Allah takut sangat takut apabila mereka tertimpa apa yg telah menimpa orang-orang terdahulu. Allah berfirman ‘Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yg sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima seperti itu.’

Adapun kelompok kedua kelompok yg jahil dan tidak mengenal Allah hati mereka kosong dari keimanan dan keras krn kedurhakaan mereka. Mereka berkata ‘Sesungguhnya kejadian-kejadian itu adl alamiah’. Sehingga mereka tidak memperhatikannya dan tidak melihat akibat yg datang dari Allah yaitu akibat bagi orang-orang yg mendustakan Allah dan para rasul-Nya. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita sebagai orang yg mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan-Nya dan takut akan ancaman dan siksa-Nya. Demikianlah hendaknya kita bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut dan menambah rasa takut kepada Allah apabila ditimpakan kepada kita apa-apa yg telah ditimpakan terhadap umat-umat terdahulu.

Kajian dilanjutkan dengan penyampain materi oleh Mbak Dede dengan tema silaturrohim.  Beliau membagi materi menjadi 4 bagian yaitu: bagian pertama: bola imajiner sebagai sarana saling mengenal  (ta’aruf) sesama anggota keluarga NgajiMod, bagian kedua: tebak kata kandungan Qur’an dan Hadits beregu, bagian ketiga: penyampaian materi tentang pentingnya silaturrahim, dan bagian keempat atau terakhir isi quesioner tentang kelebihan dan kekurangan teman-teman kita. Alhamdulillah materi-materi tersebut disambut dengan sangat antusias oleh peserta kajian dan Insya Alloh akan sangat bermanfaat untuk bersama-sama memperbaiki diri dan lingkungan dengn saling menasehati amiin.

Menu spesial kajian kali ini adalah pecel ikan asin karya Pak Dian dan Mas Nino. Kepada semua petugas pekan ini diucapkan jazahumullohukhoiron, semoga Alloh subhanahu wata’ala membalas mereka semuanya dengan kebaikan dan pahala yang berlipat amiiin

Sampai jumpa pekan depan insya Alloh..

Video-Ngajimod (atau Pecel-Mod ya kata Mas Batih 🙂 ???

Hot Menu on Bang Mod Maret 4, 2011

Posted by NgajiMod in Kuliner.
Tags:
add a comment

Bagi saudara-saudara yang pernah mencicipi masakan di warung Ni Som…warung yang berada tepat di seberang Masjid Istiqomah Pracha utit road soi 69. pasti kenal ama masakan ini…..

masakan yang simpel..cuma berupa ikan dan bumbu siram segar…nikmat nian…kalo kata pak Bondan..”Nendang banget rasanya…”

dan akhirnya pada suatu saat saya (Nino) bisa memperoleh kesempatan mempelajari resep dari sang empunya resep langsung…Ni Som…..

“Yam Pla Slit” inilah judul makanannya…. berikut resepnya

(lebih…)