jump to navigation

Setiap Muslim adalah Bersaudara Mei 25, 2012

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
trackback

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi ujung neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran, 3:103)

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat. (QS. Al-Hujuraat, 49:10)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang. Dan bersabarlah, sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfaal, 8:46)

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfaal, 8:73)

Dan (bagi) mereka yang diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. (QS. Asy-syuuraa, 42:39)

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf, 61:4)

Imam Hasan bin Ali As ketika menjelaskan sifat seorang saudara yg baik:

Orang yang paling agung di mataku, dan pangkal kekagumanku padanya ialah menganggap dunia kecil dalam pandangannya.

Dia terlepas dari kungkungan (kekuasaan) kebodohan dan tidak mengulurkan tangannya kecuali kepada apa yg ia yakini manfaatnya…

Dia tidak suka mengeluh, tidak cepat marah dan tidak bermuram durja.

Dia lebih banyak diam, ketika berbicara dia membungkam pembicara yg lain.

Dia seakan lemah dan tidak berdaya, namun dalam kesungguhan dia laksana singa yg akan menerkam.

Bila duduk dengan para ulama dia lebih suka mendengar daripada ikut bicara.

Ketika dia kalah dalam pembicaraan, dia menang dalam diamnya.

Dia tidak berkata tentang apa yg tidak/akan dikerjakannya dan tidak berbuat apa yg tidak diucapkannya.

Apabila disodorkan kepadanya dua masalah yg belum ketahuan yg mana yg lebih dekat kepada Ridha Tuhannya, maka segera dia melihat mana yg lebih dekat dengan nafsu keinginannya lalu ditinggalkannya.

Dia tidak pernah mencela seseorang yg menyadari kesalahan tingkah lakunya. (Tuhaful ‘Uqul h.234)

Sumber:

http://id.harunyahya.com/id/works/24875/MENURUT_AL-QURAN__ADALAH_SEBUAH_KEWAJIBAN_AGAMA_BAGI_KAUM_MUSLIM_UNTUK_BERSATU

http://informasismpn9cimahi.wordpress.com/2010/02/26/sifat-saudara-yang-baik/

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: