jump to navigation

Red Shirt Januari 25, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Iklan

MAKNA SEORANG SAHABAT Januari 23, 2011

Posted by NgajiMod in Motivasi.
3 comments

Begitu besarnya arti seorang sahabat bagi seorang mukmin, kehadirannya seakan menjadikannya sebagai sebuah cermin dari diri kita sendiri, memberikan gambaran yang objektif terhadap diri kita sendiri apa adanya, tanpa menutupi tanpa manipulasi. Jika ada kekeliruan dia dengan ikhlas menyampaikan kepada kita  tanpa menceritakan kepada yang lain. Memberikan nasehat dengan cara yang terbaik, halus dan tulus, tiada tujuan lain melainkan harapan yang besar agar nasehatnya itu menjadikan diri kita berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Namun sebagaimana halnya sebagai seorang manusia biasa, sahabat juga memiliki kekurangan, kekurangan yang sebenarnya juga pasti kita miliki. Disinilah letak pengamalan dan pengakuan diri bahwa tiada manusia yang sempurna. Mungkin sahabat kita memiliki kekurangan disatu sisi tapi disisi lain dia memiliki kelebihan yang tidak kita punyai. Sungguh indah sebuah ungkapan: “mencari manusia yang sempurna tanpa cacat bagaikan mencari kuda yang bertanduk, cukuplah seorang manusia itu dikatakan baik jika kebaikannya lebih banyak dari kekurangannya”.

Mencintai sahabat yang mukmin juga bagian dari agama, bahkan belum sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya lebih-lebih sahabatnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Inilah cinta yang sesungguhnya, cinta karena Allah, yaitu kita mencintai manusia karena manusia itu juga mencintai Allah, yang diwujudkan dengan upayanya yang sungguh-sungguh menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya . Dan sungguh orang mukmin secara umum adalah orang yang wajib kita cintai karena mereka secara umum juga mencintai Allah.

Harga seorang sahabat yang baik tidaklah mungkin dinilai dengan materi, walaupun manusia secara umum lebih menyukai materi dibandingkan dengan kebutuhan jiwanya yang nonmateri. Kita mencintai sahabat bukan karena materinya, kita mencintai bukan karena fisik dan pengaruhnya dimata manusia, bukan pula karena pujian-pujiannya kepada kita, kita mencintainya karena kesibukannya akan beramal sholeh, ber’amar ma’ruf nahi munkar, menyuruh pada kebaikan dan mencegah serta memperingatkan kita dari melanggar larangan Allah. Karenanya sudah seharusnya rasa cinta kepadanya tidak akan bertambah dengan adanya pemberian dan tidak akan berkurang karena tiadanya pemberian, kecintaan kita kepadanya tidak bertambah karena seringnya frekuensi pertemuan dan tidaklah berkurang karena jarangnya bertemu. Juga rasa cinta kita kepadanya tidak bertambah karena dekatnya jarak dan tidaklah berkurang karena jauhnya jarak yang memisahkan. Mari kita renungkan makna sahabat bagi diri kita:

Ketika diri dalam keadaan lemah sahabatlah yang menguatkan

Ketika diri dalam keadaan putus asa sahabatlah yang memberikan harapan

Ketika diri dalam keadaan sendiri sahabatlah yang menemani

Ketika diri dalam keadaan kesulitan sahabatlah yang membantu dan memberi solusi

Ketika diri dalam keadaan salah arah sahabatlah yang meluruskan

Ya Allah Segala Puji bagimu yang telah menjadikan hidup kami berarti dengan karuniaMu berupa sahabat yang beriman dan bertakwa…

Perjumpaan dengannya mengingatkan hati  akan akhirat, mendengar kata-katanya menambah ilmu

Perpisahan dengannya menjadikan hati gundah, akankah  Engkau Ya Allah memberikan pengganti yang sama atau lebih baik dari dia… semoga saja

Aku mencintaimu karena Allah wahai sahabatku dan semoga engkau juga mencintaiku karena Allah sebagaimana cintamu padaku karenaNya. Amiin

Bangkok, 19 Safar 1432H

Abul Arnab Ibnu Ahmad

Kelemahan Manusia Januari 20, 2011

Posted by NgajiMod in Motivasi.
add a comment

Oleh: Gonda Yumitro

(Dosen HI UMM dan MA candidate in Political Sciences of Jamia Millia islamiyah, India)

Alangkah lemah manusia yang tidak dengan baik memikirkan kehidupannya di hari kemudian. Ia menghabiskan hidup hanya untuk kesenangan semu yang justru membuat dirinya makin tertekan. Padahal sebenarnaya sudah sangat jelas tentang mana yang benar dan salah. Hanya diri terlalu lemah menghadapi nafsu.

Dengan perenungan mendalam sebenarnya sangat sederhana tantangan manusia. Persis dalam sabda Rasulullah SAW bahwa harta, tahta dan wanita. Muara semuanya ada pada perut. Maka bertanyalah pada setiap diri. Siapa saja yang membiarkan perutnya penuh dan jarang berpuasa, sungguh dalam beberapa hal lain pun ia tidak akan kuat. Kiranya ketika jabatan dan berbagai godaan lain datang idealisme akan hancur. Maka tekad dan karakter seharusnya sudah harus dibangun sejak dini. Tidak cukup hanya sebatas idealisme. Karena semua orang pada dasarnya mengerti dan menginginkan hal yang ideal.

Demikialah kehidupan manusia. Tidak banyak orang yang berani mengambil resiko untuk menetapkan diri bertahan dalam kebenaran seberat apapun rintangan yang dihadapinya. Para aktivis sekali pun. Teriakan mereka hanya suara kosong pada suatu saat. Tidak murni karena percuma bagi siapa saja yang berteriak kebenaran, keadilan dan berbagai tuntutan lainnya tetapi ia tidak kuat mengalahkan diri sendiri yang cendrung kepada kemaksiatan.

Tidak dapat dengan baik dipahami apa yang sebenarnya menjadi pikiran manusia. Mereka yang sebenarnya mendapatkan kebahagiaan luar biasa. Hati yang lapang dan tenang dengan tetap berada dalam kebenaran. Tetapi tidak banyak yang menginginkan. Karena memang secara fisik dan penampakan pada kebanyakan manusia yang belum bergerak dengan keikhlasan, manisnya iman belum dapat dirasakan.

Maka dalam keadaan apapun, ingatlah bahwa tidak ada yang ringan, tetapi tidak ada pula yang berat dalam hidup. Perjalanan yang merupakan ujian tentang kebenaran keimanan. Hati yang lapang. Bagi mereka yang memiliki, seberat apapun kesenangan tidak bisa dilepaskan dalam hidupnya. Kepastian ini seharusnya menjadi motivasi setiap orang. Tetapi tidak semestinya dipahami dalam artian yang sempit. Islam merupakan agama yang sempurna dan melingkupi segenap kehidupan manusia.

Adapun biasanya manusia, mereka lalai ketika mencapai titik puncak kebosanan dalam hidupnya. Tidak sedikit yang mengalami bahkan hampir semua orang. Dalam hal ini pula akan berbeda cara bersikap orang yang berilmu dan benar keimanannya. Rutinitas atau bisa karena lingkungan yang ia sulit melepaskan diri dari kejahilan mereka.

Maka mereka yang masih punya nurani hendaknya memilih. Hidup di dunia hanya sebentar saja kemudian berlalu dan hidup yang kekal di akhirat menanti. Mereka yang ingin bahagia, hendaknya melepaskan diri dari kelemahan dan kelalaian dirinya.

Hal ini seiring dengan ayat Allah yang menggambarkan bahwa manusia yang sesat, maka mereka seperti binatang, bahkan lebih sesat lagi. Atau dalam perumpamaan lain seperti anjing.

Ustadz Fathurrahman Kamal Lc,M.SI, pernah menceritakan tafsir manusia sesat yang seperti anjing ini. Ketika ada satu kilogram emas, dan satu kilogram tulang, tentu anjing akan merebut tulang. Padahal jika anjing tadi berpikir panjang, akan lebih baik baginya untuk mengejar emas kemudian bisa membeli tulang sebanyak yang ia mau. Selain bodoh, ternyata anjing tadi juga tamak. Ketika berjalan dan melewati sungai, ia melihat anjing lain yang juga membawa tulang, meskipun sebenarnya adalah banyangannya sendiri. Ia melompat merebut tulang tadi. Pada akhirnya tulang yang digigit jatuh dan ia tenggelam karena tidak pandai berenang. Begitulah gambaran manusia yang menuhankan hawa nafsunya. Mereka yang ingin meraih sorga, harus siap menghadapi kesulitan apapun selama tetap dalam kebenaran. (diselesaikan di Malang, 2 Juni 2009)

 

Si Gubernur Miskin di masa Khalifah Umar Bin Khottob Rodliyallohu’anhu Januari 16, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment
Inspeksi mendadak Sang Khalifah Umar bin Khoththob. Sebenarnya inspeksi semacam ini bukan hal yang aneh bagi kaum muslimin pada zaman itu. Pasalnya, khalifah yang satu ini memang terkenal suka melakukan peninjauan langsung terhadap kinerja seluruh staf-staf kenegaraannya. Apabila ada hal yang tidak beres dia tidak segan-segan memecat dan mengganti pegawainya.

Begitu tiba di kota Hims, Umar meminta kepada beberapa staf setempat untuk mensurvey nama-nama fakir miskin di wilayah tersebut. Beberapa saat kemudian, para pegawai kembali dengan sebuah laporan tertulis berisi daftar nama-nama fakir miskin. Disaat membuka buku laporan itu lembar demi lembar, tiba-tiba pandangannya terhenti pada sebuah nama, “Sa’id bin ‘Amir” . Sejenak, dia berkelana didalam memori kepalanya, membongkar tumpukan nama-nama orang yang pernah ia kenal, sembari mencocokan nama orang ini: “Sa’id bin ‘Amir”, sepertinya nama ini tidak asing baginya.

“siapa yang kalian maksud dengan Sa’id bin ‘Amir disini?” Tanya Umar keheranan.

“ wahai amirul mukminin, dia itu gubernur kami” jawab mereka.

“apa..!? gubernur kalian…!? “

Mendengar jawaban itu ubun-ubun Umar bagai disambar petir. Ternyata dugaannya benar, orang ini memang sangat tidak asing baginya.

“Bagaimana namanya bisa dia masuk kedalam daftar fakir miskin? Kemana gajinya selama ini?”

“wahai amirul mukminin, dia tidak menyimpan gajinya sedikit pun” jawab mereka.

Mendengar pernyataan tersebut hatinya menjadi luluh, tanpa terasa butir demi butir air mata mulai membanjiri pipinya, membayangkan betapa sengsaranya sahabat sekaligus orang kepercaannya yang satu ini menanggung beban.

Gubernur yang satu ini begitu zuhud. Tiap bulannya, dia hanya mengambil beberapa keping uang gaji yang dia rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangganya,sisanya dia sedekahkan kepada fakir miskin. Sebagai seorang gubernur, sosoknya begitu berbeda dibandingkan para pejabat negara lainnya, begitu kontras dengan jabatan yang ia sandang. Tidak punya istana, penampilan alakadarnya, tidak ada satupun petugas keamanan berjaga di pintu rumahnya, dan tidak ada seorang pun pelayan atau budak belian di rumahnya.

(lebih…)

IBU: SEBUAH PINTU SURGA YANG TERLUPAKAN, MATERI NGAJI MOD: SABTU, 07 Januari 2011 Januari 10, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Disampaikan oleh: Mas Yusron Sugiarto

Ibu adalah orang yang melahirkan kita di dunia. ibu adalah orang yang tidak kenal lelah untuk menjaga kita siang dan malam. ibu adalah sesosok pahlawan tanpa tanda jasa atas anak-anaknya. mendidik kita dikala kecil, memberikan kasih sayang yang kita butuhkan.

Maka dari itu, Islam sangat menjunjung tinggi hak-hak setiap orang, lebih khususnya seorang ibu atas anaknya. memberikan kepada semua sesuai kadar porsinya. diantaranya adalah Islam memerintahkan kepada seorang anak untuk berbakti dan taat kepada orang tua. akan tetapi Islam memerintahkan kepada seorang anak untuk lebih berbakti dan taat kepada ibu 3 (tiga) kali lipat dibandingkan bakti dan ketaatan kepada ayah.

Pada hadist yang di riwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya dan yang lainnya dari Abu Hurairah -rodhiyallahu ‘anhu- berkata :

Artinya : “Seseorang bertanya kepada Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- : siapakah orang yang paling berhak untuk saya berbakti kepadanya? beliau menjawab : ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ibu kamu, kemudian ayah kamu.”

Dalam hadist diatas, Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan ibu sebanyak 3 (tiga) kali sebagai orang yang paling berhak untuk seorang anak berbakti kepadanya dan ditaati. yang kemudian menyebutkan ayah sebanyak satu kali.

Diantara alasan yang menjadikan ibu sebagai orang yang paling berhak untuk ditaati dan dibakti adalah karena kejadian durhaka kepada orang tua kebanyakan menimpa seorang ibu dari pada ayah. dan karena ibu adalah orang yang melahirkan kita, menyusui kita, mendidik kita, menjaga setiap saat kita terbangun.

Sebab itulah Allah juga mewajibkan berbakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu dengan firman-Nya :

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman : 14)

Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua dan khususnya kepada ibu. dan Allah melarang untuk berbuat durhaka kepada keduanya dan mengancam kepada siapa saja yang berbuat durhaka kepada kedua orang tua dengan ancaman siksaan yang pedih.

(lebih…)

Hijab, Niqab or Nothing !! Januari 4, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

WISATA KULINER HALAL DEPAN MASJID ISTIQOMAH BANGMOD-BANGKOK Januari 3, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
3 comments

Kao Man Kai (25 THB)

Kao Nea Opp (25 THB)

Sup Nea (30 THB)

The View of Masjid Istiqomah From Food Shop

“Manusia dan Al-Qur’an”, Materi Ngaji-Mod Edisi 26 Muharrom 1432 H Januari 2, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
2 comments

Manusia dan Al-Qur’an

by: Mas Agus Priyono*

Download artikel lengkapnya disini

Bulan (Ramadhan) yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang bathil) ( Surat Al Baqoroh : 185 )

Menurut Islam, manusia bukan sekadar “homo erectus-berkaki dua” yang dapat bicara dan berkuku lebar. Al-Qur’an, di samping menyanjung, juga memandang rendah manusia. Al-Qur’an menggambarkan manusia sebagai makhluk yang lebih unggul daripada langit, bumi dan para malaikat, dan sekaligus menyatakan bahwa manusia bahkan lebih rendah daripada setan dan binatang buas. Al-Qur’an berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki cukup kekuatan untuk mengendalikan dunia dan memperoleh jasa para malaikat, namun manusia juga sering kali terpuruk. Manusialah yang mengambil keputusan tentang dirinya sendiri dan yang menentukan nasibnya.

Mas Yusron membacakan Tafsir Ibnu Katsir, QS- Al-An'am 93-94

Pak Agus menyampaikan materi tentang Manusia dan Al-Qur'an sedangkan Pak Dian sebagai penasehat duduk dibelakangnya

Pak Heru, bersama kedua "bodyguard"nya

 

Serius mendengarkan materi, Andhy dengan gaya khas Arek Kulonprogo 🙂

Pak Andik (paling kanan) beserta murid-muridnya

 

(mungkin) Mbak Dede sedang menjelaskan bagaimana membuat sayur asem ala thailand yang enak, jazakumullohukhoir ya Mbak Atas konsumsinya ..., sayang sayur asemnya ga sempat difoto

 

Akhwat NgajiMod

(lebih…)

Sepuluh Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga Januari 1, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
1 comment so far

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)

Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam).

1. Abu Bakar As- Siddiq Radliyallahu’anu

Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.

2. Umar Bin Khatab Radliyallahu’anu

Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.

(lebih…)