jump to navigation

Takhirul Nasrillah wa Hikmah Februari 8, 2015

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
trackback

Oleh : Ustadz Imron, Lc

Masjid As-Safier, KBRI Thailand

Bangkok, 7 Februari 2015

Pengajian NgajiKhun di Masjid As-Safier KBRI

Pengajian NgajiKhun di Masjid As-Safier KBRI

Review:

Perkembangan agama Islam di masa Rasulullah SAW mengalami peningkatan yang sangat gemilang. Kondisi ini sangat kontradiktif dimana kondisi umat Islam yang masih minoritas yang menghadapi berbagai tekanan dan hambatan yang luar biasa. Namun dibawah keberhasilan didikan Rasulullah Muhammad SAW, perkembangan Islam sedemikian pesat dan menguasai hampir seluruh Jazirah Arab.

Begitu tingginya  keimanan dan ketaqwaan manusia akan merefleksikan semakin cepatnya pertolongan yang Allah.SWT  berikan. Sehingga benar tatkala masa Rasulullah SAW dan Sahabat perkembangan Islam sangat gemilang dan kemenangan demi kemenangan dapat diraih kesemuanya atas izin Allah SWT, menjadikan Islam sebagai agama pembawa keselamatan (As salamah), membebaskan manusia dari kebodohan dan kezhaliman.

Jika diperbandingkan dengan keadaan umat Islam saat ini dimana ghirah keimanan dan tendesi untuk mengembangkan cenderung statis, kondisi iman yang fluktuatif dibarengi dengan belum adanya upaya maksimal meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, serta masih mengesampingkan Tuhan dan hanya ingat kepada Allah SWT tatkala mendapat musibah atau bencana. Hal ini menyebabkan agama Islam seolah-olah hanya menjadi simbol namun jauh dari nilai-nilai ke Islaman yang diterapkan dan diajarkan dimasa terdahulu. Sehingga tatkala doa-doa dipanjatkan untuk mengharapkan pertolongan Allah SWT maka tidak serta merta Allah izinkan untuk segera dikabulkan.

Didalam Q.S. Al-Hajj : 38, Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS: Al-Hajj Ayat: 38)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT akan terus dan senantiasa menjaga umat Islam, tetapi tidak pada kalangan manusia yang khianat (Khowwan) dan kufur. Khianat dan kufur akan menjadi sebab terhalangnya terkabul doa disebabkan nikmat anggota tubuh  yang diberikan tidak mampu diupayakan optimal menjauhi segala bentuk kemungkaran. Organ mata masih banyak digunakan untuk melakukan hal hal yang tidak benar, mulut yang masih liar serta masih kerasnya hati untuk menerima dan melaksanakan kebenaran.
Terkadang manusia pun sombong dengan segala nikmat yang diberikan, merasa paling hebat dan paling bertaqwa sehingga mengesankan bahwa ia adalah manusia yang suci tanpa dosa. Diriwayatkan pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah yang telah beribadah selama 500 tahun, dan nanti diakhirat dia diperintahkan masuk ke Syurga atas Ridha Allah SWT. Ahli ibadah tersebut berkata bahwa dia ingin masuk ke syurga karena ketaqwaannya lantas ketika ditimbang ternyata dari seluruh tubuhnya, hanya matanya saja yang  diperbolehkan untuk masuk ke Syurga sedangkan yg lainnya tidak. Subhanallah, seorang Ahli ibadah yang diberikan umur ratusan tahun dan beribadah sepanjang hayat hanya diterima seberat matanya saja ibadahnya, bagaimanakah dengan kita yang pendek usia juga masih gemar bermaksiat kepada Allah SWT ?
Menyikapi hal ini Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa beristighfar dan muhasabah hati. Salah satu upaya yang Rasul ajarkan yaitu perbanyak membaca Al-Quran dengan mengkondisikan hati kita agar tersentuh dan hidayah akan mudah masuk. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menangis ketika memabaca, jika belum bisa maka pura-pura menangis ataupun belum bisa juga maka tangisi diri yang berhati keras karena sulit tersentuh untuk menangis ketika membaca Al-Qur’an. Ada sebuah riwayat, tatkala diakhirat nanti ada seseorang yang sedang diseret menuju neraka jahannam. Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan Malaikat yang sedang menyeret orang tersebut, orang tersebut bersaksi bahwa dia adalah mata nya yang dahulu ketika didunia dia pernah menggunakan matanya tersebut untuk membaca Al-Qur’an. Hadis ini mengisahkan bahwa neraka jahannam tidak akan bisa menyentuh mata-mata insan yang senantiasa membaca Al-Quran.
Dalam Q.S-Al-Hajj 38, Allah SWT menunda memberikan pertolongan kepada umat Islam dikarenakan beberapa hal yaitu :
  1. Umat Islam masih khianat dan kufur dan tidak menjadikan Allah SWT sebenar benar pertolongan dalam kondisi apapun.
  2. Umat Islam masih rentan imannya, maka tatkala diberikan pertolongan kembali lupa.
  3. Allah SWT mengginkan hambanya untuk terus berkorban memajukan Islam sampai Allah SWT memberikan pertolongan-Nya
  4. Pengorbanan yang dilakukan masih sedikit dan keterikatan kepada Allah SWT (Hablumminallah) masih lemah.
  5. Pengorbanan yang dilakukan belum optimal.
  6. Masih adanya sisa-sisa kebaikan diantara kebathilan, sehingga Allah SWT menghendaki kebaikan tersebut digenapi (dihabiskan) dahulu

Beberapa upaya konkrit menyikapi dilema Khowwan (khianat) yaitu perbanyaklah mengingat kematian, mengunjungi orang sakit dan meminta nasihat kepada orang lain. Insya Allah dengan bertambahnya usia dan semakin pendeknya sisa umur didunia semakin meningkatkan keimanan kita hingga layak menjadi manusia yang akan mendapat pertolongan Allah SWT didunia dan akhirat nanti. Khusus bagi yang sudah tua semoga menjadi semakin giat beribadah dan yang mudah juga tak kalah dalam menggiatkan ibadah. Waspadai usia ketika menginjak 40 tahun karena saat itu adalah penentu bagaimanakah kecenderungan spiritulitas kita, manusia yang baik ketika menginjak usia tersebut seharusnya akan semakin baik spiritualitasnya bukan semakin rendah. Demikian juga untuk yang muda, usia 40 tahun dan seterusnya adalah kontinuitas refleksi kehidupan kita selama beberapa puluh tahun sebelumnya, ia baik karena sebelumnya Insya Allah ia adalah manusia yang baik, dan ia pun bakhil karena tak luput dari kehidupannya yang dipenuhi kebakhilan.

Wallahu’alam bis Showwab

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: