jump to navigation

Sahabatku, Semoga Engkau Mengetahui Hak-hak Ini April 29, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
3 comments

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah. Sungguh persahabatan merupakan suatu karunia dari Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah yang artinya,“Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara” (Ali Imron : 103). Ini adalah nikmat Allah yang sangat agung. Maka seharusnya kita menjaganya dengan memperhatikan hak-hak di antara sahabat. Pembahasan berikut, berisi sebagian hak-hak persahabatan yang seharusnya diperhatikan oleh orang-orang yang mengikat tali tersebut.

Bersahabatlah karena Allah

Ingatlah wahai saudaraku -semoga Allah menunujuki kita untuk taat kepada-Nya-, bahwa tujuan kita bersahabat adalah senantiasa untuk mengaharap ridho Allah Ta’ala. Dan janganlah sekali-kali persahabatan tersebut dijadikan untuk mendapatkan kepentingan dunia semata.

Persahabatan yang dilandaskan saling cinta karena Allah itulah yang akan mendapatkan manisnya iman, sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Ada tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, diamencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan darinya sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari)

Di samping itu, persahabatan seperti inilah yang akan kekal hingga hari kiamat nanti, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(QS. Az Zukhruf : 67).

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya. (Tafsir Ibnu Katsir)

Maka perhatikanlah wahai saudaraku, sudah benarkah niat kita dalam bersahabat?! Apakah persahabatan tersebut hanya untuk menyelesaikan urusan duniawi semata?!! Setelah urusan tersebut selesai, kita meninggalkan sahabat kita!! Ingatlah, persahabatan yang benar adalah persahabatan yang dilandasi cinta karena Allah, yaitu seseorang mencintai sahabatnya karena tauhid yang dia miliki, pengagungan dia kepada Allah, dan semangatnya dalam mengikuti sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Berbuat Itsar-lah pada Sahabatmu

Di antara hak terhadap sesama yang dianjurkan adalah mendahulukan sahabatnya dalam segala keperluan (baca : itsar, dalam hal duniawi) dan perbuatan ini dianjurkan (mustahab).

Perhatikanlah firman Allah Ta’ala yang artinya,”Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan” (QS. Al Hasyr : 9).

Kaum Anshor yang terlebih dahulu menempati kota Madinah, mereka mendahulukan saudara mereka dari kaum Muhajirin dalam segala keperluan, padahal mereka sendiri membutuhkannya.

Sungguh sangat menakjubkan, seorang sahabat Anshor yang memiliki dua istri ingin menceraikan salah satu istrinya. Kemudian setelah masa ‘iddahnya berakhir dia ingin menikahkannya dengan sahabatnya dari kaum muhajirin. Adakah bentuk itsar yang lebih daripada ini?!! (Aysarut Tafaasir, Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi)

Perbuatan itsar ini hanya berlaku untuk urusan duniawi (seperti mendahulukan saudara kita dalam makan dan minum). Sedangkan dalam masalah ketaatan (perkara ibadah), perbuatan ini terlarang. Karena maksud dari ibadah adalah pengagungan kepada Allah Ta’ala. Maka barangsiapa yang mendahulukan saudaranya dalam hal ini, berarti dia telah meninggalkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala yang dia sembah. Oleh karena itu, kita tidak diperbolehkan mendahulukan saudara kita (itsar) untuk menempati shaf pertama dalam sholat berjama’ah, sedangkan kita di shaf belakang. (Lihat Al Wajiz fii Iidhohi Qowa’id Al Fiqhi Al Kulliyati)


Bantulah Sahabatmu yang Berada dalam Kesulitan

Misalnya ada saudara kita yang membutuhkan bantuan pinjaman uang. Maka berusahalah untuk menolongnya dengan memberi pinjaman hutang padanya. Karena pemberian hutang yang pertama kali merupakan kebaikan. Sedangkan pemberian hutang kedua kalinya adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Barangsiapa yang memberi hutang kepada saudaranya kedua kalinya, maka dia seperti bersedekah padanya.

Jagalah Kehormatan Sahabatmu

Wahai saudaraku, jagalah kehormatan sahabatmu, karena Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda pada khutbah ketika haji Wada’ yang artinya,”Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram.” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Di antara bentuk menjaga kehormatan saudara kita adalah menjaga rahasianya yang khusus diceritakan pada kita. Rahasia tersebut adalah amanah dan kita diperintahkan oleh Allah untuk selalu menjaga amanah. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Apabila seseorang membicarakan sesuatu padamu, kemudian dia menoleh kanan kiri, maka itu adalah amanah.“(HR. Abu Daud dalam sunannya). Perbuatan seperti ini saja dilarang, apalagi jika sahabatmu tersebut memintamu untuk tidak menceritakannya pada orang lain. Maka yang demikian jelas lebih terlarang. (Huququl Ukhuwah, Syaikh Sholeh Alu Syaikh).

Semoga dengan mengamalkan hak-hak ini, kita akan menjadi orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah di akherat kelak, di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Amin.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

Artikel Buletin At Tauhid yang terbit setiap Jum’at di sekitar kampus UGM, Yogyakarta

Rahasia Memahami Islam April 14, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment

Ada banyak orang yang ingin belajar dan memahami agama ini. Akan tetapi tidak sedikit yang belum juga dengan baik memahami islam meskipun usianya sudah beranjak senja. Mereka mungkin sudah belajar, tetapi tetap mengalami kesulitan. Apalagi mereka yang memang dilalaikan untuk belajar agama ini.

Maka muncul pertanyaan, bagaimana cara sebenarnya untuk memahami islam dengan baik?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami menyadur tulisan Syaikh Rabi’ Ibnu Hadi ketika beliau pernah ditanya apa makna ayat,

و اتّقوا الله و يعلمكم الله

Bertakwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarimu.

Maka beliau menjawab, sesungguhnya Allah memberikan cahaya dalam pandangan orang-orang yang bertakwa dan diberikan kepahaman kepada mereka terhadap agama ini. Artinya bahwa pada dirinya terdapat kebaikan yang banyak, sebagaimana hadits rasulullah,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barang siapa yang Allah kehendaki atasnya kebaikan, diberikan kepahaman terhadap agama.

Dengan ketakwaan seorang hamba, maka akan Allah berikan atasnya nikmat berupa kemudahan untuk memahami makna alquran dan sunnah. Dan ia akan berusaha untuk senantiasa berada di jalan sunnah. Ia diberikan taufik dan ilmu oleh Allah untuk senantiasa mentadaburi makna Al-quran. Mereka adalah orang-orang yang menjawab ayat Allah,

أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها

Apakah kalian tidak mentadaburi alquran atau hatinya terkunci?

Sungguh, mereka yang tidak memahami agama ini adalah orang-orang yang Allah tidak menghendaki kebaikan padanya. Mereka bukanlah orang yang bertakwa. Karena sungguh orang-orang yang bertakwa itu sangat berbeda dengan mereka yang sombong, keras hati, dan suka berbuat kerusakan.

Mereka berbeda dengan orang-orang beriman yang bertakwa yang senantiasa mentaati seruan Allah dan rasul,

يا أيّها الذين آمنوا اتّقوا الله و آمنوا برسوله

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul,

Maksudnya, orang-orang yang beriman, mereka akan mengerjakan apapun yang Allah dan rasul perintahkan, serta menjauhkan dirinya dari apapun yang dilarang oleh Allah dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang istiqomah dan kuat berjuang dan berdakwa di jalan Allah atas dasar ilmu, sebagaimana Allah berfirman,

قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة

Katakanlah inilah jalanku yang aku menyeru kepada Allah di atas bashiroh (ilmu yang menyakinkan)

Orang-orang yang bertakwa dimudahkan atasnya kebaikan dan pemahaman terhadap agama ini. Bahkan Allah memberikan pengetahuan kepada orang yang bertakwa untuk mengetahui hal-hal yang khusus dari ajaran islam berkenaan dengan syariat.

Orang-orang yang beriman mempunyai kelebihan ini karena hati mereka bagaikan kaca bersih yang menerima cahaya. Ilmu yang didapatkannya langsung merasuk ke dalam dadanya. Bukan sekedar hapalan, tetapi menjadi karakter.

Maka dari hal ini bisa diambil pelajaran bahwa sesungguhnya Allahlah yang memberikan taufik kepada manusia, memberikan pertolongan bahkan yang memberikan kepahaman terhadap alquran, paham sunnah, menjaga alquran dan sunnah.

Semua memerlukan sebab, dan sebab yang paling utama untuk mendapatkannya adalah dengan ketakwaan. Siapa yang ingin paham dengan agama ini dan mendapatkan berbagai kebaikan, maka hendaknya ia menjadi orang yang bertakwa.

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang bertakwa dan diberikan kepahaman terhadap agama ini. Wallahu a’lam.

Delhi, 2 April 2011
(Abu Nuzulia Afrahunnisa)

Mengenal Ulama: Dr. Zakir Abdul-Karim Naik – President, IRF April 9, 2011

Posted by NgajiMod in Tak Berkategori.
add a comment
A medical doctor by professional training, Dr. Zakir Naik is renowned as a dynamic international orator on Islam and ComparativeReligion. Dr. Zakir Naik is the president of Islamic Research Foundation, Mumbai. Dr. Zakir clarifies Islamic viewpoints and clears misconceptions about Islam, using the Qur’an, authentic Hadith and other religious Scriptures as a basis, in conjunction with reason, logic and scientific facts. He is 44 years old.
He is popular for his critical analysis and convincing answers to challenging questions posed by audiences after his public talks. In the last 13 years (by the year 2009) Dr. Zakir Naik has delivered more than 1300 public talks in the U.S.A., Canada, U.K., Italy, Saudi Arabia, Egypt, U.A.E., Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman, Australia, New Zealand, South Africa, Botswana, Malaysia, Singapore, Hong Kong, Thailand, Guyana (South America), Trinidad, and many other countries, in addition to numerous public talks in India.

He has successfully participated in several symposia and dialogues with prominent personalities of other faiths. His public dialogue with Dr. William Campbell (of USA) on the topic “The Qur’an and the Bible in the light of Science” held in Chicago, U.S.A., in April, 2000 was a resounding success.

His Interfaith Dialogue with prominent Hindu Guru Sri Sri Ravi Shankar on the topic ‘The  Concept of God in Hinduism and Islam in the light of Sacred Scriptures’ held at Palace Grounds, Bangalore, on 21st Jan. 2006, was highly appreciated by people of both the faiths.

In the issue dated 22nd Feb. 2009 of the Indian Express list of the “100 Most Powerful Indians in 2009” amongst the billion plus population of India, Dr. Zakir Naik was ranked No. 82. In the special list of the “Top 10 Spiritual Gurus of India” Dr. Zakir Naik was ranked No. 3, after Baba Ramdev and Sri Sri Ravi Shankar, being the only Muslim in the list.

Dr. Zakir Naik stood out most eloquently for Islam and Muslims in the present times on one of the leading and most respected News Channel of India, NDTV 24 x 7, during the ‘Guest this week’ interview programme “Walk the Talk” conducted by host Shekhar Gupta (Editor-in-Chief of Indian Express) telecast on 7th and 8th March 2009.

The Sunday EXPRESS, dated 31st January 2010, published The Indian Express list of the “100 MOST POWERFUL INDIANS IN 2010” amongst the Billion Plus population of India, with 36 names from the “2009 List” deleted, wherein:-

1) Dr. ZAKIR NAIK was ranked No. 89.

2) From amongst the few Muslims in this list of 100, Dr. ZAKIR NAIK is the ONLY MUSLIM ISLAMIC PREACHER / SCHOLAR / ORATOR. The others being a Political Secretary, a Politician, a Government Official, a Business Magnate and 3 Film Personalities.

3) Amongst the “Spiritual/Religious Gurus” though he was the only Muslim and No. 3 in 2009 list, this year (2010) Dr. Zakir Naik TOPPED the List of Spiritual / Religious Gurus at No. 89, for preaching of Islam, followed by Jaggi Vasudev (at No. 94, for his trees planting work), Baba Ramdev (at No. 99, for his Yoga work) and Sri Sri Ravi Shankar (at No. 100, for his Sudarshan Kriya breathing technique work) respectively.

4) Dr. Zakir Naik was recently also selected and listed in “The 500 Most Influential Muslims in the World” (without rankings) published by the George Washington University, USA.

Sheikh Ahmed Deedat, the world famous orator on Islam and Comparative Religion, who had called Dr. Zakir “Deedat Plus” in 1994, presented a plaque in May 2000 with the engraving “Awarded to Dr. Zakir Abdul-Karim Naik for his achievement in the field of Da’wah and the study of Comparative Religion. Son what you have done in 4 years had taken me 40 years to accomplish, Alhamdulillah”.

Dr. Zakir Naik appears regularly on many international TV channels in more than 200 countries of the world. He is regularly invited for TV and Radio interviews. More than a hundred of his talks, dialogues, debates and symposia are available on DVDs and VCDs. He has authored many books on Islam and Comparative Religion.

source: http://www.irf.net